Wah, masih anget nih, Terkait surat 40 anggota Kongres Amerika tentang pembebasan dua aktivis Organisasi Papua Merdeka (OPM). Juru bicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizasah menyatakan masih akan merumuskan mengenai balasan surat itu. Ketua DPR Agung Laksono mengecam surat kongres Amerika Serikat (AS) yang meminta agar dua anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dibebaskan. Rakyat Indonesia??
Kayaknya rakyat Indonesia malah terpecah, apalagi yang berada di daerah konflik (Cieee, bahasanya..). Yup, Rakyat Indonesia yang berada di Papua pasti ketar ketir, terkait Surat Kongres Amerika serikat, yang meminta pembebasan anggota OPM. Aneh kan?? Jelas jelas OPM melanggar kedaulatan Indonesia, tapi anehnya Amerika Serikat malah meminta pembebasan pelanggar hukum. Apa Hak AS?? Dan yang lebih aneh lagi, rakyat indonesia (Oknum) malah banyak yang berpihak pada OPM, meminta agar segera melakukan apa yang diminta Kongres AS. Ini merupakan salah satu trik Amerika Serikat yang sengaja ingin mengacaukan Indonesia. Trik adu domba yang bertujuan ingin memecah belah Indonesia. “Kita harus melakukan protes terhadap langka-langkah yang dilakukan oleh kongres AS. Apa artinya ini kalau bukan intervensi. Jika mengurus negara orang lain, urus saja negara sendiri,” cetus Agung Laksono, seperti dikutip okezone.com. Ya, alangkah lebih baik jika Rakyat Indonesia bersatu, jangan malah termakan provokasi Amerika yang memang seperti sengaja memecah belah persatuan Indonesia.
Terkait Surat Kongres Amerika, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) akan mengusulkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menyurati pemerintah Amerika Serikat (AS) agar memperhatikan bangsa Indian. Ini merupakan balasan atas surat yang ditandatangani 40 anggota Kongres AS ke pemerintah Indonesia untuk meminta dua anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dibebaskan dari tahanan.
“DPR kita juga akan bikin surat agar orang Indian diperlakukan baik. Apa urusannya dengan negeri kita? Agar indian diperhatikan,” kata JK ketus di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/8/2008). Menurutnya, Kongres AS boleh berbicara apa saja, tapi DPR akan membuat resolusi. Begitupun dengan partai Golkar. ”Apa urusannya? Kalau gitu saya usul DPR bikin surat kepada Bush, bagaimana perlakukan orang Indian,” tukasnya.
Intervensi Amerika terhadap Indonesia sudah sering terjadi. Seperti kasus Abu Bakar Ba’asyir, yang ditahan dan diadili tanpa tuntutan yang jelas, tuntutan yang berubah ubah, dari dugaan anggota teroris, DLL. Amerika, apa sih maunya???
Bagaimanapun juga, AS mungkin berencana untuk menginvasi Indonesia, bahkan menjajah Indonesia. Setelah Timor Timur lepas, sepertinya amerika semakin merajalela dan mulai rakus. Ingat Om Amrik, kebanyakan makan bisa mati.
Mari Seluruh Rakyat Indonesia, bersatu, demi membela tahah air tercinta.
Hidup Indonesia, MERDEKA!!!!!!!!
(dikutip dari berbagai sumber)
Coba Alirkan Sedikit Kreativitas…












16 August 2008 at 10:09
masyarakat yg berpihak pada OPM adalah masyarakat yg telah termakan hasutan dari oknum yg berkepentingan
celakanya,fakta mengatakan bahwa oknum2 tersebut disinyalir dari warga negara indonesia sendiri (turut prihatin dan sedih)
dalam rangka 17 agustus hari kemerdekaan ini,mari kita tingkatkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air yang menurut saya sudah hampir punah disetiap lubuk hati bangsa indonesia,terutama pada generasi muda yang masih menjunjung tinggi rasa idealismenya.
MERDEKAAAAAAAAAAAAA……….!!!!!!!!!!!!!!
3 April 2009 at 1:40
Hargai dikit lho mas-mas,permintaan org Irian itu.