Saat ini, sedang heboh hebohnya pelaksanaan eksekusi mati oleh pihak Kejaksaan Agung terhadap dalang Bom Bali, Amrozi, Ali Gufron, dan Imam Samudra. Keluarga korban pun bersorak gembira, gembira karena akhirnya dendam mereka terpenuhi. Namun, Amrozi CS juga secara tidak langsung merasa gembira, karena meraka berpendapat akan mati secara syahid.
Ane sebagai orang yang sebenernya juga sedih karena musibah Bom Bali, mengutuk keras pelaku pemboman tersebut. Ane juga sebagai Muslim, mengutuk perbuatan tersebut, dan mengutuk keras pelaku, apalagi mereka mengatasnamakan Islam. Sebab Islam tidak pernah menganjurkan untuk membunuh, melukai Agama lain, bahkan Islam mengatur umatnya untuk menghormati Agama Lain. Kalo ada keluarga ane yang jadi korban, ane juga pasti dendam, dan tidak dapat memaafkan perlakuan si pelaku.
Namun, sebagai Muslim, ane jadi ingat akan dosa pendendam. Dendam itu sangat dilarang oleh agama Islam, karena dapat merusak hati. Orang yang dendam tidak akan pernah tenang sebelum dendamnya terbalaskan. nah, jika mendendam saja berdosa, apalagi membalas dendam? ane gak akan membahas sebesar apa dosa mendendam dan membalas dendam. Ane hanya ingin bilang, cobalah untuk memaafkan secara Ikhlas, hal itu gak bakal menambah rasa sakit hati anda akibat perbuatan orang yang menyakiti kita. Sadarilah, bahwa hidup, mati, suka, duka, semua sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. sebagai manusia, kita hanya perlu menjalani semua ketetapan-Nya. Karena kita gak akan mampu melawan ketetapan-Nya. Ingat, bahwa Tuhan gak akan memberi cobaan kepada ummat-Nya yang gak mampu. Jadi, ketika diberi cobaan, anda hanya tinggal bersabar, dah yakin bahwa ketika Ujian selesai, Tuhan akan membalas kesabaran anda dengan anugrah yang lebih indah.
Apapun alasannya, dendam sudah ditetapkan sebagai dosa, penyakit hati, dan penyebab manusia menjadi lemah. biarkanlah Yang Maha Kuasa yang menghukum orang yang berbuat salah, karena kita tidak berhak menjadi hakim dosa…
NB : ane bukan pendukung Amrozi CS, Hanya Seorang OdieCoba Alirkan Sedikit Kreativitas…












3 November 2008 at 3:50
saya juga hanya seorang gbaiquni…
kejadian ini pasti ada hikmahnya buat kita semua
(terutama saya)…
Odie say : iya, pasti ada hikmah…
3 November 2008 at 5:23
iya..aku setuju…dendam itu ga baek..bener2 ga baek
Odie say : sangat gak baik, selain dosa, juga merusak hati sendiri loo…
3 November 2008 at 7:40
wahh klo ane gak bs coment dah!!! cuman numpang baca aja!!!! waktu bom bali II ane sech kbetuln ada dit4 kejadian emang gak sedasyat bom Bali I tp bnr2 gila,, jenasah gak utuh dimana2. yg ada dipikran waktu itu kok ada manusia yg tega melakukan smua ini????
Odie say : ah, klo ane yang ada disana dan liatin jenazah gak utuh dimana mana, ane bakal pingsan bos..
4 November 2008 at 8:44
Setuju. Mau amrozi cs mati kek, boker seumur idup kek, disuruh goyang ngebor kek, tetep aja ga bsa ngerubah apa pun
Odie say : setuju juga….
5 November 2008 at 5:57
Memank gila tuh Imam N Amrozi CS…klo masalah dia mw ngebom Para manusia-manusia terkutuk di setiap Klubing sih AL setuju bang…tapi Jangan bawa-bawa nama Islam donk…itu yg buat sakit hati dan merasa kecewa besar…
5 November 2008 at 11:58
[...] posting lalu, Memaafkan secara ikhlas, ane sudah menulis tentang larangan mendendam. jadi, marilah kita buang jauh jauh rasa dendam, [...]
7 November 2008 at 11:27
ikhlas adalah segalanya..
setuju, islam adalah agama yang tidak mengajarkan kekerasan…..
apalagi di bumi indonesia yang damai ini..