IBSN : Kesetaraan Gender?

Menjelang pemilu 2009 nanti beberapa partai telah menyiapkan kader2 wanita/perempuan untuk dimasukkan dalam kepengurusan maupun digadang-gadang untuk menjadi calegnya nanti, untuk memenuhi Quota 30%. Apakah ini bentuk pengejawantahan emansipasi? Sudah siapkah para ibu mengembangkan sayapnya?

Kesetaraan Gender, Emansipasi, dan hal semacam itu tuh,yang menurut ane bikin wanita jadi bisa mengeluarkan kreativitas, pikiran, bakat, dan membuat wanita jadi lebih berkembang maju.

Tapi, kabar yang ane dapet beberapa minggu ini mulai meresahkan hati. Banyak Ibu ibu, yang gara gara mengejar karier, lupa dengan Anak, Suami, lupa dengan tugas wanita yang tertulis dalam dirinya, seperti memasak, merawat rumah, melayani suami. Inikah efek negatif dari Kesetaraan Gender, Emansipasi, atau apalah namanya itu??

Ane terkejut bukan main, saat mendengar kabar, kolega ortu ane yang sukses, istrinya mencalonkan diri jadi anggota parlemen, untuk memenuhi Quota. Memang kabar yang baik, tapi, kabar buruknya adalah, si Ibu itu menuntut cerai suaminya, hanya gara gara sang suami melarang si Ibu itu untuk ikut berkecimpung dikancah politik. Bukankah hal tersebut bentuk kedurhakaan Istri?? bukankah untuk keluar rumah saja, Istri harus minta izin suami?? (hadoooh…)

Ada juga, 1 keluarga hancur berantakan gara gara sang ibu terjun juga di dunia poitik, sang anak yang melarang dikutuk durhaka, sang suami hanya bisa ngurut dada saat sang istri menuntut cerai. Huh….

Ane sempat berdiskusi masalah ini sama temen Chat ane, Sha, bahwa menurutnya, lebih baik jika sang suami berdampingan dengan istri dalam mengambil sikap. Maksudnya, sang suami juga tidak boleh Otoriter, tapi sang istri juga tidak boleh mendahului sang suami (Serius amat…). Yah, menurut ane, semua itu kembali kepada bagaimana sang suami menakhodai kapal (emang bajak laut?). Bagaimana suami mebentuk sebuah komunikasi, dan bagaimana sang istri menyadari kedudukannya didalam keluarga. bukankah tugas istri hanya melayani suami, mengasuh anak anak, dan mendampingi suami dikala susah dan senang?? Hayo… jadi jangan terlalu silau dengan harta, nikmat duniawi….

Namun pada akhirnya, semua kembali kepada kita sendiri… yah, kalo ane banyak celoteh, ntar malah ribet, jadi, untuk wanita, Jadilah Istri yang solehah, dan suami, jadilah suami yang soleh…

Coba Alirkan Sedikit Kreativitas…

12 Responses to “IBSN : Kesetaraan Gender?”

  1. Bunda Says:

    Islam telah mengatur hak dan kewajiban antara pria dan wanita dengan sangat baik dan adil, jd menurut saya gak perlu repot, seorang perempuan menuntut hak emansipasi.
    Berkiprah diluar rumah, menjadi wanita karier, menjadi seorang anggota legislatif, pengusaha, atau apapun bidang pekerjaan, semestinya bukan menjadi masalah, selama seorang perempuan masih bisa menjalankan tugasnya dalam rumah tangga dan juga tetap memenuhi aturan sesuai syar’i. Dan jngan lupa, gak ada manusia yang sempurna (wanita juga manusia….) maka dukungan dan kasih sayang keluarga kepada Sang Wanita juga semestinya dapat diberikan, biar bagaimanapun mesti ada timbal balik khan.

    (tumben Odie serius bgt….dah mikir nih yaaa, nyari ISTRI heheheh…..)

    Odie say :hehe, agak sedikit serius…

  2. Isnuyasha Says:

    wanita sama dengan pria (sebagai manusia), butuh kasih sayang, namun sebagai manusia juga dapat memberikan kasih sayang😉

    Odie say : Betol betol betol….

  3. nyurian Says:

    istri itu memberi SEDEKAH, sedangkan suami itu memberi NAFKAH.

    yang penting mah, bini nurut ajah dagh ama suami…

    *kaeknye ga nyambung. hwakakaaakakakaka😉

    Odie say :nyambung om, di sambung-sambungin…wakakakak

  4. Dias Says:

    bravo kaum ibu….

    Odie say :Bravo….

  5. Dalila Sadida Says:

    lelaki adalah pemimpin kaum wanita. tapi mentang2 pemimpin, gak boleh asal merintah tanpa memperhatikan perasaan perempuan.

    halah jadi curhat

    Odie say :bener tuh Da, seorang suami yang baik gak boleh memaksakan kehendak…

  6. Muda Bentara Says:

    wanita itu adalah ibumu …..

    Odie say :betol, bukan Bapakmu??wakakak…

  7. icha Says:

    kalo wanita berpolitik dengan wanita karier beda ga yah?
    eh iya, mas odie dah pingin merrit sepertinya:mrgreen:

    Odie say :sebenernya gak ada beda, sama ajah, sama sama kerja…wakakakak
    sapa bilang mbak???ngawur tuh….

  8. bunda rie Says:

    hmmm..bunda berdiri dibelakang kaum wanita yang ingin maju tapi bunda sangat mengharapkan mereka tidak melupakan kodratnya..

    Odie say :bener bunda, jangan sampe lupa sama kodrat wanita…

  9. Sassie Kirana Says:

    Hmm..
    Gak semua wanita seperti ituuuh..ada loh wanita yang impiannya cuma jadi ibu rumah tangga sejati, mengabdi pada suami dan jadi istri yang baik hati seperti sassie huuuu penonton kecewaaa
    Xixixi..

    Odie say :betooolllll, seratus buat sassie…

  10. cahayadihati Says:

    Pfiuh…
    Sangat disayangkan kalau para ibu yang berkarier melupakan kewajibannya…
    Kalau Yaya neh, memang setelah menikah Yaya harus tetap kerja. Si masnya sich mengijinkan asal gak melupakan kewajiban sebagai ibu rmh tangga🙂
    Tapi mas jg bilang kalau gak bisa bagi waktu or gak seimbang mending keluar dr pekerjaan.
    So, biar tetap boleh kerja diluar Yaya harus menyeimbangkan keduanya..
    Halah malah curcol😀

    Odie say : bener tuh, harus seimbang!!!

  11. noto Says:

    Pada dasarnya saya setuju dengan kesetaraan Gender. TAPI tetap di atas RELL (emang kereta api). Maksudnya ya tetap pada etika Agama. Contohnya kalau orang laki bisa telanjang dada, terus orang bini jangan ikut2an telanjang dada (Wah bisa gawatttt…)

    Odie say : betol tuh om…ane setuju….wakakakak

  12. INDAH REPHI Says:

    “Tapi, kabar yang ane dapet beberapa minggu ini mulai meresahkan hati. Banyak Ibu ibu, yang gara gara mengejar karier, lupa dengan Anak, Suami, lupa dengan tugas wanita yang tertulis dalam dirinya, seperti memasak, merawat rumah, melayani suami. Inikah efek negatif dari Kesetaraan Gender, Emansipasi, atau apalah namanya itu??”

    waa…kalimat ini pengecualian loh buat ibu sayaaa😀 ibu saya walo berkarir tapi ga pernah lupa sama anak suaminya.. pagi2 ibu udah bangun terus ngeberesin rumah,sempetin masak , bikin sarapan bwt ayah terus jam 7 pagi udah melaju ke kantornyaa.. 😀 ibu saya super keren! ibu juga masih bisa ko, dalam keadaan super sibuk tapi ibu masih bs ngerawat ayah ato keluarga yg ngepasin kena sakit😀

    Odie say : nah, itu ibu yang betul2 super, andaikan semua ibu bisa seperti itu, maka kesetaraan gender tidak bakal jadi masalah😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: